Ben ITB de Turkse Ogreniyoruk

4/10/2016-senin-(15.33-

Ben adim Anisah,hehe… Baru bisa segitu aja,hasil belajar bahasa Turki. Seperti biasa,kayaknya aku udah punya label nih”kalo gak telat,bukan aku” payah,harus dirubah. Sampe di masjid Salman ITB telat deh,mana belum shalat dzuhur juga,jadilah telat 1/2 jam masuk kelas bahasa Turki.

Telat gegara macet,gegara shalat dzuhur dulu,gegara gak tau ruangannya,triple banget kan. Hahah,kalau suamiku tau langsung deh keluar kata sakti yang menohok tapi susah diikutin “management waktunya dong dek” yang biasanya diikuti dengan senyum menyeringaikuku,hehhehe.

Sampe diruangan yang dimaksud,GSS ruang D,ternyata sudah ada beberapa orang yang berniat untuk mengikuti kelas turki. Kenapa aku bilang kelas turki? Karena,bukan hanya belajar bahasa turki,tapi dikelas ini juga diajarkan budaya,dan masakan turki,serta hal-hal yang berhubungan dengan Turki. I am very excited.

Temanku mba Ninna yang kasih info tentang kelas turki murah ini,sudah sampai lebih dulu dengan anaknya. Temanku ini akan menikah bulan depan dan menetap di Turki. Hebat kan? Dari belajar bahasanya bisa membuat temanku ini bertemu jodohnya.

img-20161001-wa00091

Ka-ki : Aku, Sekar (anak mba Nina), Mba Nina

Oh ya,waktu aku datang,langsung disambut sama Muthi Abla,pengajarnya dengan cium pipi 3 kali,kanan-kiri-kanan,cukup unik. Abla sebutan untuk kakak dalam bahasa Indonesia. Katanya sih Abla=sister. Brother=Abi.

Belajar bahasa Turki susah-susah gampang. Alphabetnya berbeda dengan bahasa indonesia. Kalau di dalam bahasa turki, ada dua huruf c,g,i,o,s,u. Pengucapannya berbeda tergantung bentuknya.

C dibaca biasa ç  dibaca ciu. G dibaca biasa,ğ dibaca geh. i dibaca biasa I dibaca e.o dibaca biasa , ö dibaca oeu.s dibaca biasa, ş dibaca sy. u dibaca biasa, ü dibaca yu.

Hari pertama masuk sebenernya belum belajar, baru memperkenalkan kebudayaan Turki dan sedikit bahasa yang biasa digunakan.

Pengajarnya namanya Muthi,mahasiswi ilmu agama diTurki. Dia kuliah 6 tahun,karena harus dua tahun belajar bahasa Turki. Hampir semua pengantar kuliah menggunakan bahasa Turki.

Turki termasuk negara yang unik karena pertemuan dua benua (Asia dan Eropa).Turki ini negara sekuler. Muthi dan teman-temannya dipersulit untuk menggunakan jilbab. Untuk foto di asministrasi kampus,dengan terpaksa mereka menggunakan wig, dan baju menutupi leher dan ditutup kembali dengan syal. Perjuangan masih belum berakhir. Di semester akhir mereka harus menyerahkan foto dengan telinga yang terlihat. Masyaallah negara yang indah dengan banyak kebudayaan islamnya,ternyata peraturan menggunakan jilbabnya tidak sebebas di Indonesia.

Jilbaber berjuang untuk mendapatkan haknya. Bagaimana caranya, sepertinya aku harus baca-baca sejarah perpolitikan di Turki,tentang bagaimana akhirnya jilbab diperbolehkan digunakan diTurki.

Tahun 2012,mahasiswi dibolehkan berjilbab,dan orang-orang yang menggunakan burdah atau cadar diperbolehkan sekolah. Kegembiraan tersendiri buat muslimah -muslimah yang tinggal di Turki.

Cara belajar kelas Turki ini menarik,bukan sekedar hafalan,tetapi langsung bertemu dengan warga Turki yang menetap di Indonesia. Kebanyakan dari warga Turki,tidak seberuntung warga Indonesia yang mendapatkan universitas terkemuka dan negeri di Turki. Banyak mahasiswa Turki mendapatkan universitas swasta di Indonesia.

Setelah dapat ciuman pipi khas Turki, waktunya Muthi Abla bertanya alasan ikut kelaa Turki. Alasannya beragam dan make sense,aku aja yang paling nggak banget,mau isi waktu luang. Setelah ikut suami ke Bandung, aku belum dapet kerjaan lagi,makanya waktu dapat tawaran belajar Turki murah meriah, hayulah tak coba

Muthi Abla,kasih kami lagu judulnya “yeni bir dunya”.,artinya ” New World”. Lumayan sambil belajar arti dari tiap liriknya. Memang belajar bahasa yang paling baiknadalah menggunakan film san video.

Sempet ada kendala nih, semuanya pada galau nentuin waktu belajarnya,setelah kIzlar (para gadis) kecuali aku an mba ninna kayaknya bwrmusyawarah,kami sepakat untuk ambil waktu jumat jam 15.30 dan sabtu jam 13.00.

Alhamdulillah aku bisa semua. Insyaallah mau diseriusin ah. Bukan karena mau cari jodoh,hanya mengisi waktu luang. Aku percaya allah kasih hikmah dibalik aku belajar bahasa ini.

Sebelum pulang,narsis itu harus,jadi kalo yang malu2,fotonya mah gak ada disini,hehhehheh….

Kebersamaan,siswi-siswi kelas turki dan muthi abla.

img-20161001-wa00081Kanan-kiri:

Jilbab kuning dan pink belum kenal,mba ninna,muthi abla,aku dan anaknya mba nina.

Bismillah,semoga belajarnya lancar,berberkah dan bisa jadi pemasukan,hehe.

Next,jalan-jalanku di taste market dengan sedikit review dari tiap toko yang aku sama suamiku datengin dan add ignya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s