Dimensi Ruang dan Waktu.

7-1-17 (2.31)

Gak bisa tidur lagi. Kebangun jam setengah dua inget belum shalat isya. HAbis makan malam, kekenyangan tewas deh. Suka gini nih, kebiasaan buruk banget yah. Mudah-mudahan di 2017 hilang kebiasaan buruk ini.

Kalo aku udah lelah suka gini nih, gak inget bebersih ataupun shalat, langsung deh molor. Alhamdulillahnya Allah selalu ingetin aku untuk bangun tengah malam. Kadang kalo lagi bener shalat tahajud sama witir, kalo gak, yah, tidur lagi deh abis shalat Isya, hehehe.

SEkarang udah nikah aku kaya bercermin sama suamiku, lah sama kaya aku nih. Tapi aku jadi titik balik nih, malah jadi berusaha lebih baik dan bantuin dia juga jadi lebih baik lagi, hehehe.

Judul blog aku sebenernya berdasarkan foto suamiku sih.Foto ini diambil waktu dia lagi PDKT-in aku nih, di Margo City. Ini gambar sebenarnya datar loh, tapi karena di buat seperti itu jadi sepertinya ada ruang.

Biasanya ini sih yang dibilang lukisan perspektif. Kaya gini juga termasuk nih.

img-20151230-wa0007

Kreatif yah, ada juga yang melukis seperti ini di atas jalanan.

Filosofi dibalik lukisan ini yang mau aku bahas. Kadang kita diperdaya sama penglihatan kita. sepintas kalau lihat foto ini, suamiku kaya mau di makan buaya kan? padahal gak. Kemudian di bagian samping kanannya seperti ada ruang dan terkesan buayanya keluar dari dinding.Padahal lagi-lagi cuma gambar datar.

Nyambungnya ke kejadian di Pulomas deh. Orang sudah heboh kalau itu pembunuhan sadis, tapi waktu CCTV di ulang, hasilnya sudah seperti takdir saja. Kepala keluarga datang disaat pencuri mau keluar rumah. Jika Allah berkehendak, 5 menit saja di tahan sama Allah di perjalanan, mungkin semua keluarganya akan selamat.Tapi allah berkehendak lain.

Dalam hidup, kadang kita terlalu ngoyo berusaha ini -itu, dan kalaupun gagal sedih berlebihan ataupun berhasil bangga hasil usaha sendiri. Padahal dalam setiap keberhasilan dan kegagalan kita sudah ada campur tangan Allah. Ada dimensi lain yang mengatur. Kita memang harus terus berusaha, tapi juga tidak lupa mengangkat tangan di sepertiga malam untuk memohon diberikan yang terbaik olehnya. Pasrah, serahkan segalanya sama Allah. Kemampuan manusia terbatas, tapi allahlah MAHA.

Banyak ruang atau kesempatan untuk kita mengisi waktu kosong dengan kebaikan sehingga mengantarkan kita pada dimensi yang Tuhan sukai. Tetap habbluminannas dan hablumminallah harus balance dengan  porsi 70:30 seperti yang sudah di bahas di artikel atau curhatanku di 2017, Minimalisasi Keburukan….

Pagi buta gini berat banget yah bahasanku.

Intinya seberapa kuat kita berusaha, keberhasilan atau kegagalannya serahin deh sama Allah. Dan banyak-banyaklah meminta, Allah suka. Dalam hal apapun. Dan do’akan orang lain, karena ternyata do’a itu akan kembali lagi ke kita.

Allah dulu, Allah lagi, Allah terus.

Percayakan sama Allah supaya hati kita tenang, jadi kalau ada orang berbuat gak enak sama kita tetap tenang. Inget banget sama perkataan bundaku. Beliau tahuu sekali kalau aku itu apapun dipikir, kenapa sih kok dia gitu, padahal kan aku udah kaya gini bun?

Jawaban Bunda simple “mba. segala sesuatu kalo kamu mau bikin susah, jadi susah. Tapi kalo mau di bikin dipikir gampang ya akan gampang. SErahin deh sama Allah. Kita kan punya Dia yang MAHA tahu. Apapun yang terjadi sama mba Anis tuh, udah skenarionya Allah, jalanin aja, kaya artis ngikutin sutradaranya,. Nah sebagai aktor gimana caranya kita berusaha supaya Allah alias sang sutradara tuh seneng, pasti apa yang di mau di kabulin, dikasih hati yang terus bahagia, percaya deh. Allah itu ikutin prasangka hamba Nya. Selangkah kamu dekat sama Allah sedepa Allah dekatin kamu.”

Jawabannya selalu bikin aku luar biasa tenang dan mau pelukin Bunda tiap hari. Love you Mom. haha, jadi kangen sama bunda nih.

Kamu pernah ngerasa hidup aku kok gini-gini aja, mau apa sih aku? kok hidup aku gini amat ya? Ada aja sih masalah. Kalo lagi ngerasa gitu, ambil wudhu. Shalat! Tandanya Allah lagi ngetuk hati kamu untuk lebih deket sama Dia.Jangan lupa bersyukur. Ibaratnya dikasih uang 100.000 bersyukur nanti insyaallah dikasih berliapt ganda sama Allah.

Keep Smile, Keep positive Thinking di 2017. Karena akan banyak ruang dan dimensi berbeda ditahun ini. Isi dengan energi positif, dan do’a. :).

 

 

 

Advertisements

6 thoughts on “Dimensi Ruang dan Waktu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s