Semua kita akan kembali pada Nya

3-02-2017/21.33/Cafe Tabegula/With my Husband/ Putri–penyanyinya lupa

Hua….. berasa se – abad gak nge-update blog cantik ini. Hehe…..dengan beragam kesibukan, ke sok sibukkan aku, baru sempet deh, menari-narikan jemariku di atas tuts huruf dan angka laptop mungil Pico ku.

Insyaallah mulai bulan Februari ini, aku bakalan setiap hari nge-post blog. Hari ini Insyaallah akan ngepost 3 blog, karena tanggal satu dan dua aku gak ngeblog. jadi kalo gak ngeblog dihitung hutang.

Supaya mendisiplinkan diri aja sih.Hehe…. mumpung suami lagi ada kenalan di cafe, jadi bisa wifi gratisan.

Judul postingan aku rada serem yak! Tapi sebenernya gak bakalan bahas yang berat-berat kok, cuma sederhana aja, pemikiran blogger pemula ala aku, hehehe.

Sebelum ngebahas makin jauh. Mau share dulu nih bedanya mayat dan jenazah. Apa ya?

Kalau Mayat adalah orang yang telah meninggal dan belum di rawat, belum dimandikan dan dikafani. Sementara Jenazah adalah mayat yang sudah dimandikan dan di kafani.http://www.wisma-bahasa.com/mayat-jenasah-dan-bangkai/

Kenapa aku jadi membahas ini, awalnya karen lagi buka-buka folder, eh ketemu lagunya Blink 182-Bored to Death, waktu abis browsing liriknya kok gak nyambung yah, hahahay, kalo gitu bahas death aja deh.

Meninggal itu katanya sakit. bahkan Rasulullah saw merasakan sakit yang tidak terperi, sampai malaikay Jibril tidak berani melihatnya sehingga memalingkan wajahnya dari Rasulullah.

Aku suka bayangin kalau meninggal itu hampir sama dengan kalau aku sedang kambuh asmanya. Serasa sempit semuanya, pikiran jadi depresi, oksigen berasa sangat tipis, mau ngapa-ngapain bigung.

Pastinya lebih sakit yah. LAngsung deh kepikiran, aku bisa di kenang bagaimana, dan bagaimana timbangan aku kelak. Berat kebaikan atau kejahatan?

Tapi emang dasar manusia, logikanya nyampe untuk berbuat baik, tapi untuk berbuat baik itu memulainya butuh perasaan yang harus beneran mau.KAdang logika sama perasaan sua gak sinkron. Hmh.

Pernah baca postingan di salah satu member blogger muslimah. Doa mustajab supaya gak malas berbuat kebaikan adalah membaca almatsurat ayat ini pada pagi dan petang.

Rasulullah mengajarkan doa untuk menghilangkan kemalasan yaitu:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

“Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat. (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian).” (HR. Bukhari no. 6367 dan Muslim no. 2706).

Hmh…. setiap dari kita ada pasti masa-masa futurnya. Nah, supaya naikin lagi mood, baca ini deh.

Beberapa Tips supaya timbangan kebaikannya nambah:

  1. Kalo mulai berasa malas, baca do’a pagi dan petang di almatsurat yang sudah dibahas di atas.
  2. Kalo mau marah, ingat ruginya dua. Pertama, orang yang diomelin sama kita bakalan sakit hati dan itu gak akan terhapus loh, seperti melubangi kayu dengan paku. Kedua malaikat Atid jadi happy deh nambah catetan buruk lagi.
  3. segerakan berbuat kebaikan, gak usah di tunda.
  4. Gak usah mikir dua kali buat sedekah. Kalo gak ada uang, minimal0minimalnya sedekah adalah shalat duha, kemudian senyum, baru uang.

Beberapa Tips supaya kamu di kenang,minimal orang tahu siapa kamu:

  1. Gabung sama komunitas yang endingnya bakalan membuat karya, seperti Women Script Community atau Bloger Muslimah, dan banyak lainnya.
  2. Gabung sama komunitas aktivitas fisik, jadilah pemenang d setiap eventnya
  3. Ajak orang-orang di seitarmu untuk patungan sedekah atau berbuat kebaikan. Patungan krya juga bisa. Bikin antologi bareng dengan tema yang sesuai, terbiti bukunya bareng-bareng deh.
  4. Niatkan semua karya kamu itu untuk membantu orang lain, bukan untuk popularitas semata. Insyaallah dari hati sampe ke hati.
  5. Lakukan hal kecil secara konsisten. Misalnya Shalat tepat waktu di masjid, atau sholat berjamaah dan menjadi imamnya.

Banyak hal lagi yang bisa dilakukan untuk mmpersiapkan hari dimana kita akan kembali padaNya. Sekarang tinggal mau apa gak? Bisa inkronin otak sama hatinya gak?

Bismillahirrahmanirrahiim. Yuk ah kita mulai bergerak untuk mensupport diri kita sendiri supaya gak malas dan konsisten dalam berbuat kebaikan. Mulai dari sekarang membuat satu karya, supaya orang tahu siapa kita.

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s