Kangen Kalian…….

07-02-2017/10.44/ Perut kok masih melilit ya…

Mau sebutin siapa aja dulu deh yah……

Ka-ki : aku, te Dian,Mba Reni (sepupuku), Mba Nanet.

Siapa kita?

Kita trainer di ekskul Writing Club SDIT Nurul Fikri Depok. Kok bisa ketemu  dan gimana ceritanya?

Awalnya dari kunjungan sepupuku ke rumah. Silaturahmi biasa, mulai deh, ngobrol tentang kepenulisan. Dia lagi join sama grup komunitas menulis.Women Script Comunity, nah anak dari komunitas ini namanya Writing Club, Writing Club ini semacam ekskul untuk anak yang bekerjasama dengan sekolah-sekolah.

Awalnya sepupuku menawarkan aku untuk mengajukan proposal ekskul penulisan ini, sehingga dapat uang dari pembayaran ekskul. Mau banget, kalo udah jatuhnya dapet uang, hahahahaha, mata langsung hijau. Mulai dari situ aku dikasih nomer teleponnya mba Deka Amalia, co founder program ini.

Mulai tanya-tanya, menurut Te Deka, aku sebaiknya ikut kelas mentoring untuk mendapatkan ilmunya dulu, baru bisa terjun langsung menjadi pengajar di ekskul Writing Club di sekolah tempatku mengajar.

Aku mengajar di Aljabr International Islamic School. Aku membayar 750rb, mendapat kan pelatihan kelas offline satu kali dan online dua kali. Mulailah aku dimasukkan ke dalam komunitas women script community, agak keder juga sih, semuanya keren-keren. Banyak penulis ternama atau sudah punya karya, sementara aku belum punya apa-apa.

Ternyata sekolah menolak pengajuan proposalku, karena dianggap sudah ada dalam pembelajaran di sekolah. Te Deka mengajakku untuk menjadi trainer di sekolah tempat sepupuku mengajar SDIT Nurul Fikri, setiap hari Sabtu, dari jam 8-10 WIB. Aku gak menolak, karena waktu itu memang aku sedang ingin produktif.

Aku sempat bergabung setahun dengan Writing Club di SDIT Nurul Fikri sebelum akhirnya move ke Bandung untuk ikut suamiku.Seru banget 6 bulan pertama aku membantu sepupuku untuk mengedit naskah anak level 1. 6 bulan kedua aku dipercaya menjadi trainer anak level-2.

Setahun ini membuat kami jadi akrab satu sama lain dan paham kepribadian kami masing-masing. Di dalam Wring Club ini jenjangnya dari 1-5. Level 1 anak membuat cerita pendek, level 2 cerita bersambung, level3 membuat naskah drama, level 4: menulis artikel dan level 5 : membuat novel.

Setiap 3 bulan kami ada acara launching buku dan diikutseratkan, selain itu selalu ada upgrading trainer setiap 3 bulan sekali. Te Deka dan mba Ade treat kita dan memantau kita selalu. Hasil akhirnya apa? anak-anak mendapatkan satu buku berisi karyanya dan teman-teman serta raport penilaian kemajuan mereka.

Te Dian ini single parent tapi sangat cerdas dan merupakan foto model dari beberapa buku How To, juga penulis buku…. aish lupa judulnya , orang sering bilang itu penyakit tapi sebenarnya kelainan yang bisa dikurangi jika meminum obat secara rutin seumur hidup. Salah satu artis Marshanda mengalaminya. Anaknya 3 orang perempuan. Anak pertamanya menjadi pramugari, anak ke duanya masih kuliah dan lebih kocak, karena suka ikutan acara stand up Comedy, anak ketiganya masih SD dan maniak baca buku tebal. Dimanapun diskon buku pasti akan dia kejar. Sepertinya anak ke -3 yang akan jadi penerus Te Dian, hehehe.

Mba Reni sepupuku, pembuka jalanku di dunia kepenulisan. Single parent yang taft, punya anak dua  abang Azam dan Maryam. Dia salah satu yang mengisi ruang ksong waktu hatiku lagi patah. Bangkit dari kesedihan panjang lewat bukunya ” Wahai Masalah yang besar Tuhanku Maha Besar, jadi aku tidak akan takut”.Masalah percintaanku terakhiran tahu dia, dan termasuk guru spiritualku. Ujiannya hebat, makanya aku bilang dia juga hebat, karena allah tahu seberapa besar ujian yang harus dibebankan kepada seseorang pasti yang sesuai dengan kemampuannya. Insyaallah beliau mau umroh bulan Maret nanti, titip do’a yah mba, aku diberi kehamilan dan bisa menyusul untuk umroh. amiin.

Aku, semenjak pindah ke Bandung, alhamdulillah karena belum ngajar ikutan project Writer to Writer sama mba Dian Onasis membuat satu buku antologi tentang hujan, dan sedang merilis novel yang ditulis berempat sama aku, mba Melly, Jean dan mba Dian tentang cinta dan kopi. Satu lagi antologi horor-komedi, projectnya mba Melly. Alhamdulillah. Allah Maha besar. Terimakasih mba Reni pembuka jalanku untuk menjadi seorang penulis.

Mba Nanet ini ibu rumah tangga dengan dua anak dan segudang kesibukannya. Dia punya onlineshop yang bisa dibilang palu gada ( apa lu cari gue ada). Selain itu beliau juga sering mengadakan workshop craft. tadinya beliau adalah cofounder Writing Club bersama Te Deka dan mba Ade, tapi mungkin karena kesibukannya, mba Nanet lebih fokus di Craftnya. Dekat mba Nanet itu seru, selalu ada keceriaan ada aja kelucuan yang dibuatnya. Semuanya juga menyenangkan kok, banyak keseruan yang gak bisa diuraikan satu-satu nih, tapi mba Nanet emang paling kreatif diantara kita

Kalo aku  biasa-biasa aja, kalau memang ada waktu suka ikut jalan kemana, mereka ada acara apa, disitu aku ada. hmh…. kangen kalian… pada pindah ke Bandung donk, hahahaha……

Insyaallah aku menemukan genggong seru kaya kalian di sini yah yang tetap saling mengingatkan dalam kebaikan, ibadah dan terus berkarya. amiin ya robbal’alamiin.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s