Satu tahun Pernikahan

20 April 2017-17.29-in Our Room

Alhamdulillah tanggal 16 April 2017 kami memasuki satu tahun pernikahan. Kata orang-orang baru seumur jagung, masih masa penyesuaian banget. Apalagi kita gak pacaran. Setahun pernikahan kita itu luar biasa ujiannya. Dari segi aku dulu ya. Setelah menikah, ikut suami ke Bandung dan sudah mencoba melamar di beberapa sekolah hasilnya nihil. Beberapa menolak karena gaji yang aku minta terlalu besar. Yang lainnya belum ada kabar.

Biasa sibuk terus jadi lebih banyak di rumah, aku bertekad untuk punya sesuatu. Alhamdulillah di kasih rejeki bisa jualan online shop baju Afrakids dan sambal Oteha. Di waktu yang bersamaan diajak teman-teman di Women Script Community untuk menulis buku. Alhamdulillah sudah terbit satu buku, 3 buku lainnya masih dalam proses.

Buku aku yang terbit berkisah tentang hujan “The Pluviophille”. Semua kisah yang ada dalam hujan terangkum dalam buku antologi ini (buku kumpulan cerpen). Bersama 12 orang penulis kami mencoba memaknai hujan dengan  baik apapun kisah di dalamnya.

Aku menulis dua cerpen di dalamnya:

  1. Hujan dan Turki

Menceritakan tentang perasaan seekor kucing yang harus berpisah dengan keluarganya di Indonesia. Kucing ini di bawa majikannya ke Turki untuk menemani sang majikan kuliah di Turki. Apa daya sang majikan terlampau sibuk sehingga lupa memberi makan sang kucing, karena lapar, kucing tersebut keluar dari apartemen dan nyasar di Turki. Si kucing tidak tahu arah pulang, hanya bisa berharap bertemu dengan majikannya dan kembali ke Turki.

2. Rain dan Perempuan Hujan

Menceritakan bagaimana kebencian rain terhadap hujan, hingga akhirnya Rain menjadi penyuka hujan, tapi harus kehilangan indera penglihatannya. Rain hidup bahagia dengan perempuan hujan yang tidak bisa mendengar. Mereka hidup saling melengkapi dalam hujan.

Buku ini menjadi kado terindah untuk pernikahanku yang berumur setahun. Sejak dulu aku menginginkan menjadi penulis, dan berhasil menelurkan alhamdulillah satu buku, soon 3 buku akan menyusul. Untungnya suamiku sangat mendukung.

Cobaan dari segi suamiku, juga lumayan banyak. Belajar ikhlas menafkahi dan membayar sebagian tagihan saya. Membiayai mamanya yang terkena kanker nasofaring dan memberikan sedikit lebihnya untuk mertua dan kakak perempuannya. Semoga menjadi amal soleh buat Abi. Amiin ya Robbal’alamiin.

Cobaan buat kita berdua apa?

Banyaaaaak.

  1. Komunikasi

Aku maunya begitu, suami beda. Sampai sekarang jujur, belum menemukan komunikasi yang pas, masih suka pada gede ambek, hehehe.Masih ada keegoisan satu sama lain, makanya belum dikasih momongan kali ya, hehehe.

2. Kebiasaan

Punya kebiasaannya beda banget. Aku sosialita dia lebih suka menyendiri. Aku lebih suka berteman dengan orang yang lebih dewasa biar dapet pengalaman, dia lebih suka berteman dengan yang lebih muda biar selalu tampak muda. Kebiasaan beribadah juga ternyata gak sama, banyak rutinitas aku yang suamiku jarang. HUhu bener-bener peneysuaian yah.

Alhamdulillahnya kami menyadari dan bersama-sama menuju perubahan. Nah, siapa yang pernikahannya baru setahun? Asam garam apa yang sudah dirasakan? Mau share? monggo. Atau punya solusi untuk mengatasi berbagai masalah dalam rumah tangga? share disini yah, terimakasih sebelumnya.

 

Advertisements

4 thoughts on “Satu tahun Pernikahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s