Untung Ada Temulawak

Teringat beberapa tahun yang lalu selepas lulus dari SMP di Pesantren Aku terkena hepatitis A. Selama di rumah sakit, susternya suka nanya yang aneh-aneh, kesel deh. ” Mba, kok kena hepatitis A, suka minum-minuman keras ya?”

Memang sih badan Aku termasuk bongsor, jadi disangka sudah kuliah kali ya. Padahal Aku kena penyakit ini karena Aku ingin sekali diet, sehingga jarang makan nasi hanya minum suplemen diet dan mie. Kebetulan cara memasak mienya agak unik. Karena di kantin Pesantren yang beli banyak jadi penjualnya memasak mienya menggunakan bungkus kemasan, supaya lebih cepat dan tidak tertukar pesanan yang satu dengan yang lain.

Agak unik yah cara masaknya, tapi karena aku makan mie setiap hari dan cara masaknya yang kurang sehat di tambah sedang mau ujian kelas 3 SMP, kena deh hepatitis A. banyak orang yang menyarankan untuk makan ini, makan itu. Sakit hepatitis A itu gak enak banget. Gak boleh banyak gerak, gak boleh banyak ketaa, banyak ngomong, karena hatinya sedang bermasalah, sehingga harus benar-benar bedrest.

Apa sih hepatitis?

Hepatitis adalah peradangan pada hati karena toxin, seperti kimia atau obat ataupun agen penyebab infeksi. Hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut “hepatitis akut”, hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut “hepatitis kronis”.

Hepatitis biasanya terjadi karena virus, terutama kelima satu dari kelima virus hepatitis, yaitu A, B, C, D atau E. Hepatitis juga bisa terjadi karena infeksi virus lainnya, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning dan infeksi sitomegalovirus. Penyebab hepatitis non-virus yang utama adalah alkohol dan obat-obatan.

Jenis-jenis  Hepatitis:

Virus hepatitis A
Virus hepatitis A terutama menyebar melalui vecal oral. Penyebaran ini terjadi akibat buruknya tingkat kebersihan. Di negara-negara berkembang sering terjadi wabah yang penyebarannya terjadi melalui air dan makanan.

Virus hepatitis B
Penularannya tidak semudah virus hepatitis A. Virus hepatitis B ditularkan melalui darah atau produk darah. Penularan biasanya terjadi di antara para pemakai obat yang menggunakan jarum suntik bersama-sama, atau di antara mitra seksual (baik heteroseksual maupun pria homoseksual).

Ibu hamil yang terinfeksi oleh hepatitis B bisa menularkan virus kepada bayi selama proses persalinan. Hepatitis B bisa ditularkan oleh orang sehat yang membawa virus hepatitis B. Di daerah Timur Jauh dan Afrika, beberapa kasus hepatitis B berkembang menjadi hepatitis menahun, sirosis dan kanker hati.

Virus hepatitis C
Menyebabkan minimal 80% kasus hepatitis akibat transfusi darah. Virus hepatitis C ini paling sering ditularkan melalui pemakai obat yang menggunakan jarum bersama-sama. Jarang terjadi penularan melalui hubungan seksual. Untuk alasan yang masih belum jelas, penderita “penyakit hati alkoholik” seringkali menderita hepatitis C.

Virus hepatitis D
Hanya terjadi sebagai rekan-infeksi dari virus hepatitis B dan virus hepatitis D ini menyebabkan infeksi hepatitis B menjadi lebih berat. Yang memiliki risiko tinggi terhadap virus ini adalah pecandu obat.

Virus hepatitis E
Virus hepatitis E kadang menyebabkan wabah yang menyerupai hepatitis A, yang hanya terjadi di negara-negara terbelakang.

Virus hepatitis G
Jenis baru dari virus hepatitis yang telah terdeteksi baru-baru ini. namun belum terlalu diketahui.

Virus-virus lain yang dapat menyebabkan hepatitis:

Virus Mumps
Virus Rubella
Virus Cytomegalovirus
Virus Epstein-Barr
Virus Herpes
Hepatitis A biasanya akan sembuh dengan sendirinya tanpa menjadi kronis. Setelah sembuh, maka akan kebal terhadap Hepatitis A, tetapi tidak kebal terhadap jenis penyakit hepatitis yang lain.
5 persen dari penderita Hepatitis B akan menjadi kronis, karena tidak ditangani dengan baik.
Pada pemakai narkoba suntikan yang menggunakan jarum bersama-sama yang marak pada masa lampau, maka 18 persen tertular Hepatitis B, 40 persen tertular HIV dan 70 persen tertular Hepatitis C. Jadi Hepatitis C sangat mudah menular melalui transfer cairan (virulen).
Penderita Hepatitis C sebenarnya hanya 0,8 persen, tetapi sebagian besar akan menjadi kronis, sehingga jumlah penderita kronisnya hampir sama dengan penderita Hepatitis B kronis, yaitu sekitar 1 juta orang.[1]https://id.wikipedia.org/wiki/Hepatitis

Wah benar kan ternyata penyebab utama aku terkena hepatitis karena makanan yang Aku makan itu, cara masaknya tidak seht plus mie setiap hari. Selama sakit hepatitis A kedua orangtua ku juga mencari tahu suplemen yang bisa membantu mempercepat kesehatan tubuhku.

Mulai dari sirup sampai keong tutut semua dicoba, tapi yang ada aku jadi merasa kurang nyaman, sampai akhirnya Bunda mendapatkan info bahwa temulawak baik untuk membantu penyembuhan penyakit hepatitis A. Langsung Bunda parut temulawak dan dicampur dengan madu. Lumayan enak buatku, dan setelah meminum ramuan dari bunda badanku mulai kembali fit.Aku merasa lebih segar.

Iseng aku cari tahu kelebihan temulawak untuk tubuh:

Subhanallah memang sejatinya kita harus kembali ke alam. Sehingga terjadi keseimbangan dalam kesehatan kita. Budaya nenek moyang meminum jamu untuk menjaga kesehatan pun harus kembali digalakkan. Dengan catatan ditambahkan dengan banyak minum, sehingga tidak mengendap dalam ginjal sisa-sisa metabolit dari jamunya.

Alhamdulillah sekarang teknologi sudah makin maju, gak usah repot-repot lagi membuat ramuan sehat temulawak ini. kalau tadinya di kupas lalu di parut baru di peras untuk mendapatkan sarinya, sekarang bisa di blender dan langsung mendapatkan sarinya. Semakin maju teknologi sekarang temulawak ada kemasannya, kita tidak usah memarut atau memblender dan menambahkan gula untuk membuat ramuan minuman sehat ini. Cuma tinggal di seduh saja, karena dalam kemasan tersebut sudah ada gulanya.

Kenapa harus temulawak?

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) adalah tumbuhan obat yang tergolong dalam suku temu-temuan (family Zingiberaceae). Tanaman ini merupakan tanaman asli Indonesia dan juga Malaysia. Di Indonesia, tanaman asli tumbuh di Jawa, Bali dan Maluku. Saat ini, sebagian besar budidaya temulawak berada di Jawa (Indonesia), Malaysia, Thailand, Filipina dan beberapa di India.

Curcuma xanthorrhiza Roxb., di daerah Jawa disebut sebagai temu lawak (Jawa), koneng gede (Sunda), sedangkan di Madura, disebut sebagai temo labak. Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian 5 m hingga 1500 m di atas permukaan laut dan tumbuh liar di bawah naungan di hutan jati, di tanah yang kering dan di padang alang-alang, ditanam atau tumbuh liar di tegalan. Untuk memperoleh hasil yang baik, perlu ditanam di tanah yang subur dan baik tata pengairannya.

Umumnya, bagian yang digunakan dari tanaman ini ialah rimpangnya, karena mengandung beberapa senyawa kimia, antara lain : minyak atsiri (ar-kurkumen, xanthorrhizol, beta-kurkumen dan germakren, dan kurkuminoid (kurkumin dan desmetoksikurkumin). Kurkumin diketahui sebagai antioksidan dan juga bermanfaat dalam melindungi hati dari racun (antihepatotoksik).

Klasifikasi dan Morfologi Temulawak
Klasifikasi Ilmiah
Division (Division):Angiospermae/Magnoliophyta
Kelas (Class):Monocotyledonae/Liliopsida
Bangsa/Ordo (Order):Zingiberales
Suku (Family):Zingiberaceae
Marga (Genus):Curcuma
Jenis (Species):Curcuma xanthorrhiza Roxb

Morfologi
Temulawak merupakan tanaman terna berbatang semu setinggi kurang lebih 2 m, berwarna hijau atau coklat gelap. Akar rimpang terbentuk dengan sempurna dan bercabang kuat, berwarna hijau gelap. Rimpang memiliki ukuran besar dan tumbuh bercabang-cabang yang terdiri dari rimpang induk dan rimpang cabang. Rimpang induk memiliki bentuk bulat hingga bulat telur. Rimpang cabang tumbuh di sekitar rimpang induk dengan jumlah 3-4 rimpang memanjang. Kulit rimpang berwarna kuning tua hingga coklat kemerahan, warna daging rimpang jingga atau jingga kemerahan.

Daun tumbuh pada sekitar batang dengan jumlah 2-9 helai dengan bentuk bundar memanjang sampai bangun lanset, warna daun hijau atau coklat keunguan terang sampai gelap, panjang daun 31-84 cm, lebar 10-18 cm dan panjang tangkai daun termasuk helaian 43-80 cm. Perbungaan lateral, tangkai ramping dan sisik berbentuk garis. Bentuk bulir bulat memanjang, panjang 9-23 cm, lebar 4-6 cm, berdaun pelindung banyak yang panjangnya melebihi atau sebanding dengan mahkota bunga. Kelopak bunga berwarna putih berbulu, panjang 8-13 mm, mahkota bunga berbentuk tabung dengan panjang keseluruhan 4,5 cm, helaian bunga berbentuk bundar telur atau bundar memanjang, berwarna putih dengan ujung yang berwarna merah dadu atau merah, panjang 1,25-2 cm dan lebar 1 cm.

Kandugan Kimia Temulawak
Minyak atsiri (3-12%) : komponen utama adalah ar-kurkumen, xanthorrhizol, beta-kurkumen, germakren, furanodien, furanodienon, ar-turmeron, β-atlanton, d-kamfor. Kurkuminoid (0,8-2%) : terdiri atas kurkumin dan desmetoksikurkumin. Pati (30-40%). Temulawak juga dilaporkan mengandung flavonoid : katekin, epikatekin, kuersetin, myrsetin, kampferol, apigenin, luteolin, dan naringenin.

http://herbadrinknatural.com/saritemulawak/

Nah, pengalaman menarik apa yang pernah kamu dapatkan dari temulawak? Masih males minum-minuman sehat dan kembali ke alam?

Yuk hidup sehat dan kembali ke alam!

tentang-temulawak.png

WEB-COVER_blog-1

Advertisements

2 thoughts on “Untung Ada Temulawak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s