Review Buku

1-8-2017/in my sister room/depok/21.25

Hari ini,aku lagi pengen baca buku sampai habis. Yippie tercapai,tapi belum bisa baca buku ini sehari,masih butuh waktu dua jari,kemajuan,sebelumnya 3 hari.

Buku ini dulu sangat aku kagumi,bahkan ada beberapa paragraf yang aku rasa dibutuhkan untuk motivasi diri.

Alur ceritanya menarik,banyak kisah inspiratif yang disematkan. Buku ini mwnjadi berguna untuk orang2 yang sedang mencari jodohnya. 

Kisah perjuangan seorang Khairul Azzam dalam menyelesaikan kuliahnya dan membantu keuangan keluarga,sampai akhirnya mendapatkan pujaan hatinya.

Penulis dapat menyuguhkan nilai islami tanpa menggurui. Banyak tersimpan hikmah dan makna kehidupan setiap orang. Luar biasa caranya menggambarkan suasana setting lokasinya luar biasa. Membaca kembali buku ini serasa bisa membayangkan para pemainnya.         (Atau efek udah nonton filmnya? Hehehehe).

Kang Abik penulis novel ini juga memberikan nyawa pada pendukung tokoh utama seperti husna,lia, Ilyas,Zumrah. Semua memiliki kisah masing-masing yang semuanya mempunyai benang merah entah dari masa lalu atau masa depan.

Membaca buku inspiratif ini selain dapat pemahaman baru,bahwa seorang perempuan dapat mengajukan syarat sebagai sahnya pernikahan. Dalam cerita ini Anna Alfathunnisa memberikan syarat untuk bisa tetap tinggal di rumah dan tidak mau di poligami.

Masih baper sama jalan ceritanya nih. Mau banget punya suami soleh bak Azzam,eh tapi sudah nikah,berarti harus bersyukur dan memantaskan diri bersama. Menyatukan visi dengan suami untuk menjadikan pernikahan sebagai sarana untuk beribadah.

Dalam novel kang Abik juga mengajarkan bagaimana untuk menjadi orang yang tawadhu. Tawadhu adalah tidak merasa sombong. Bukan berarti gak mampu tapi ingin diakui,tapi mampu dan merasa belum pantas diakui sehingga selalu melakukan yang terbaik. 

Ada juga inspiatif tentang kisah seekor singa yang hidup dalam sekawanan kambing. Hikmahnya kita ini sebenarnya punya kekuatan seperti singa tapi banyak yang bermental kambing.

Lanjutan ceritanya ada di “Dari Sujud ke Sujud”. 

Karya Kang Abik selalu inspiratif dan mengenalkan aturan agama islam tanpa menggurui, subhanallah. Kamu? Novel apa yang kamu suka? Kenapa?

Advertisements

2 thoughts on “Review Buku

    • Ny. Wijaya says:

      Yang nomer 1 nyeritain kehidupan mereka di Kairo. Pertemuan Anna Alfathunnisa dengan Khairul Azzam di kendaraan umum (awal tumbuhnya benih cinta mereka) dan menceritakan Eliana yang mengejar Furqon untuk jadi kekasihnya. Menceritakan tentang usaha Azzam bertahan di kairo dengan menjadi penjual bakso dan tempe. Cerita di buku satu ditutup dengan Furqan yang sedang menyelesaikan tesisnya di hotel, tapi di fitnah dengan gambar-gambar dirinya dengan Ms. Italiana dan di duga terkena HIV.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s