Review Film Adrift

15 April 2019/05.56

Mata masih agak sepet sebenarnya karena terbangun lebih cepat dan kaget,belum shalat isya. Huhu jangan ditiru yah. Selepas shalat subuh dan rutinitasnya,maunya sih bobo lagi,tapi hari ini mau pergi sama ibu2 pengajian ke “Ngopi di Kebun” jadi daripada bobo takut kebablasan,nanti ditinggal mending melekin deh.

Nulis blog kali yah,tentang apa ya?

Nah aku keinget film ini nih,beberapa hari yang lalu sempet nonton bareng suami. Udahannya nangis dong,terus tambah berasa pas lihat channel youtube Papa Gading Nyusul Gempi Ke Bali,hua… cewek mah gitu yah suka sambung2in dan melow.

Jadilah aku pengen banget nih ngereview film ini. Jujur awal nonton,aku agak males ngikutin ceritanya,ngehargain suami aja udah ajak nonton,hehe. Tapi pas lihat alur cerita yang gak biasa. Langsung mata tak berkedip dari layar,hehehe (boong yak,pasti ada masanya mata ngedip—- maksudnya aku beneran into the movie banget).

Awalnya gak tahu loh kalo Bahasa Indonesianya Adrift tuh hanyut. Haha,Bahasa Inggrisku kacrut,untung suamiku Bahasa Inggrisnya lebih oke,jadi amanlah kalo ketemu bule,atau keluar negeri(ngarep dulu ajalah ya ;p).

Film ini berdasarkan kisah nyata sepasang kekasih yang berlayar. Tuhan tuh memang akan mempertemukan kita dengan orang yang setipe yah. Makanya pernah denger deh kalau pasangan kita tuh selain baju kita jadi dia tuh cermin kita. Doktrin ini yang kadang aku ulang2 kalo lagi kesel banget sama suami,lah curhat.

Film drama romantis ini berdasarkan kisah nyata yang terjadi pada tahun 1983 di bulan September. Kisah mereka juga sudah dibukukanm melalui buku yang berjudul Red Sky in Mourning: A True Story of Love, Loss and Survival at Sea.

Penasaran ya?

Oke mulai cerita nih. Siapin tissue dulu ya,atau menjauh dikit dari orang2 pas baca ceritanya,hehehe.

Ada seorang wanita bernama Tami Oldham dia adalah koki disebuah kapal pesiar,dia merasa bosan dengan hidupnya yang rutin begitu terus. Dia memutuskan untuk pergi ke Tahiti,melepas kebosanannya. Saat ditanya oleh petugas di Pelabuhan,apa yang ingin dilakukan,berapa lama dia akan tinggal di Tahiti,Tami tidak bisa menjawab semua dengan pasti,tapi petugas yang baik hati memberi ijin Tami untuk tinggal di Tahiti karena kelengkapan surat2nya.

Tami menjadi pembersih kapal di Pelabuhan,hingga suatu hari datanglah seorang lelaki berjenggot,berkumis bernama Richard Sharp. Dia baru pulang berlayar menggunakan kapal kesayangannya bernama “Mayaluga” sudah 6 bulan dia berlayar dan akhirnya pulang. Ada chemistry antar mereka,tapi mereka belum mengakui,masih malu2,kan baru kenal.

Saat Richard memotong ikan,Tami menghampiri dan membantunya. Richard menawarkan masakannya,tapi Tami menolak karena dia seorang vegetarian. Obrolan berlanjut,Richard memasakkan masakan spesial untuk Tami,ada klik tersendiri,entah mungkin perasaan nyaman. Saat itu Richard mengajak Tami untuk berlayar bersama. Tami dan Richard semakin intim. Richard mengajarkan Tami tentang apa yang akan dirasakan dan dialami saat berlayar,kemudian cara memasang layar dan banyak hal tentang berlayar ,Tami termasuk cerdas cepat menangkap dan pemberani,sampai pada suatu hari.

Ada suami istri yang sudah berusia cukup lanjut kenalan Richard memberikan free tiket plus kapal yang mereka biasa naiki ke San Diego. Richard sangat senang karena bagaikan pucuk dicinta ulampun tiba. San Diego adalah tempat tinggal Tami,mereka bisa sekaligus berlayar seperti keinginan mereka dan bisa segera bertemu Ibu Tami,Tamipun tidak sabar untuk mengenalkan pujaan hatinya pada sang Ibu,karena sudah beberapa bulan tak berkabar.

Film ini alurnya maju- mundur,cerita kejadian sekarang,trus flash back sampai ketemu inti ceritanya di tengah film.

Berangkatlah mereka untuk berlayar. Saat sedang menikmati perjalanan mereka, tiba-tiba ada seekor burung sampai di kapal Hazana yang dipinjamkan oleh kenalan Richard.

“Kenapa ada burung Richard?”

“Akan ada badai Tami,kunci semua pintu agar persediaan makanan kita aman.”

Awal mula film ini settingannya Tami sudah terendam di bagian bawah kapal,tempat seperti kamar dan persediaan makanan dikapal berlayar. Saat terbangun dari pingsannya Tami langsung mencari Richard. Nihil,Richard menghilang,sampai 3 hari kemudian halusinasi mulai menghampiri. Tami melihat sekoci dan ada Richard disana. Tami berusaha sekuat tenaga untuk nenolong Richard,berhasil. Kaki Richard robek,rusuknya patah.

Aku ngobrol sama suami pas lagi nonton.

“Abi,ini kayaknya gak akan bertahan yah kondisinya udah kaya gitu Richard.”

“Udah tonton dulu deh nanti juga terjawab mi.”

Kalo udah biasa nonton film gak enaknya gitu,suka bisa nebak duluan. Tapi di film ini hampir bisa nebak tapi sukses lah bikin aku terharu,makanya tak review.

Selama 40 hari mereka bertahan di kapal Hazana dengan makanan seadanya. Richard selalu menyemangati Tami,Richard menyuruh Tami untuk menangkap ikan dan melupakan kevegetarianannya. Sampai pada hari ke 40,Tami merelakan Richard. Damn,jadi selama 40 hari itu Tami berhalusinasi.

Pada saat badai besar,Richard sudah tenggelam,kejadiannya begitu cepat. Baru saja Tami ingin masuk ke dek kapal,Kapal Hazana bergoncang keras. Richard jatuh ke laut dan Tami terbentur tangga hingga pingsan.

Udah ketebak sih kalo aslinya gak akan bertahan hidup dengan keadaan kaki robek dan rusuk patah. Sempet mikir gokilnya suamiku bilang Richardnya menyeburkan diri ke laut sebagai pemakaman dia,tapi pas lihat plot selanjutnya. Ternyata selama 40 hari Richard tuh ada di kapal itu untuk menyemangati Tami daaml bentuk hlauisnasinya Tmai. So sweet. The power of love,walaupun gak bersatu endingnya.Suer…..hati ini rasanya kaya diperes2 gitu,nangis lah aku,pas adegan Tami merelakan Richard.

Apa hubungannya sama youtubenya Papa Gading? Awal nonton video terbarunya,tadinya kesel karena merasanya kok mereka bohongin anaknya kalau kehidupan mereka tuh baik2 aja. Tapi jadi inget film Adrift ini. Kadang yang bikin seseorang bertahan hidup yah halusinasinya dia,bagaimana suasana diciptakan.

Kaya di film Adrift itu Tami cerita sama Richard untuk berkhayal ada di dunia yang diinginkan sehingga merasa tenteram. Sedikit menghilangkan stres dan membuat sebuah harapan sehingga termotivasi dengan afirmasi positif.

Setelah 41 hari,burung yang datang saat badai datang lagi. Berarti daratan sudah dekat. Tidak lama ada kapal besar datang dan Tami selamat.

Kapokkah Tami untuk berlayar? Tidak,sejak saat itu Tami berlayar dengan Mayaluga keliling dunia.

Moral yang aku ambil dari film ini:

  1. Kekuatan cinta tuh besar banget. Kekuatan cinta ini yang menyelamatkan Tami, yang membuat Tami bertahan selama 41 hari. Kekuatan cinta itu juga yang ada di hati Papa Gading dan Mama Isel untuk Gempi. Makannya walaupun sudah berpisah tapi berusaah terlihat baik-baik saja di mata Gempi.
  2. Saat menerima kenyataan hidup perjalanan hidup akan lebih dipermudah sama Tuhan. Waktu Tami merelakan Richard,keesokan harinya dipertemukan dengan kapal penolong.Hmm,mungkin Gading harus merelakan Gisela,untuk dapat pertolongan dari Tuhan. Bisa dapet pendamping baru atau Gisela dibukakan hatinya untuk kembali dengan Gading dan Gempi.Semua berproses.

Tayang 1Juni 2018.Disutradai oleh Baltasar Komakur dan dibintangi oleh Shailene Woodley dan Sam Claflin.Masuk box office,keren.

Ada yang mau direview film apa gt? Boleh2…. share di Komen yah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s