Seni Menghadapi Komplain Customer

21 Maret 2019/06.56

Assalammualaikum guys. Senang banget nih bisa nambahin blog postku. Sebenarnya banyak deadline di bulan Maret ini guys. Tapi lagi mau tulis hal remeh temeh alias receh yang mungkin berguna untuk teman-teman yang baru mau mulai bikin online shop atau mulai berjualan nih.

Orang tuh suka sawang sinawang ya alias menganggap orang lain lebih beruntung daripada dia dan dia tuh sial terus. Padahal gak bisa lihat secara hasil yang sudah ada aja ya guys. Kita gak pernah tahu gimana malang melintangnya orang tersebut sampai jadi orang sukses, ye kan? Tahunya udah kaya raya dan senangnya aja.

Dalam berjualan ini banget nih, apalagi online shop. Kalau yang sudah pernah jualan online pasti tahu deh gimana omset alias penghasilannya, beda jauh sama pegawai. Beda dimana nya? Pegawai itu gajinya flat bahkan nambah. Kalau pendagang penghasilannya naik turun kaya neraca keuangan. Belum lagi nih kalau pegawai ada yang komplain, bisa ditujukan ke atasan, sementara kalo pedagang komplain kita kan yang harus bertanggung jawab, nah disinilah pengaturan emosi dan seni mengelola komplain pelanggan dipertaruhkan. Banyak cara guys, bahkan dari komplain bisa jadi bahan untuk mengembangkan usaha kita loh. Teorinya, tapi pada prakteknya memang banyak bikin elus dada. Gimana sih rasanya coba, udah kesel setengah mati tapi kita tetap harus tersenyum dan melayani pembeli. Karena pembeli adalah RAJA. Paham ya?

Oke, sekarang aku share beberapa cara yang memang sudah aku alami sendiri dan dari beberapa sumber ya:

1. Kalau ada pelanggan yang komplain. Baca dan dengatkan dulu keluh kesahnya. Emosi pasti kan dengernya.Tarik napas dalam sebelim menjawab komplain pelanggan, atau jawab dengan pernyataan klise. “Baik Bu“, “Terimakasih Bu Atas Masukannya“,”Iya Bu“. Jawab dulu seperti ini. Baru setelahnya kasih solusi.

2. Kalau komplain berupa pesan singkat lewat sosial media atau gawai. Jangan langsung balas saat sedang emosi, balas kurang lebih 5-10 menit setelah emosi mu berkurang atau hilang, sehingga kata-kata yang ditulis tidak mengandung makian dan sejenisnya yang membuat pelanggan kita kabur.

3. Berikan solusi berupa ganti rugi. Senep yah, udah diomelin kasih barang lagi, tekor deh. Eits coba dirubah dulu mindsetnya, kalau berpikirnya seperti ini bagaimana? Dengan diberi ganti pasti pelanggan akan percaya sama kita dan akan membeli produk kita lagi, karena kita termasuk penjual yang amanah.

4. Respon dengan cepat dan baik, jangan kelamaan ya, nanti dikiranya kita menghindar atau kabur dari permasalahan. Awal2 jadi penjual emosi tingkat dewa kalau ada yang komplain terus jadi phobia deket2 ponsel. Sekarang hadapin aja. Toh dalam bertransaksi harus sama2 puas kan?

Seperti kasus kemarin. Temanku pesan kaos kaki yang kode motif 61, tapi karena hampir mirip, aku kasih yang motif berbeda. Dulu mah, takut dan gak tahu menghadapi yang seperti ini, sekarang sudah jauh lebih baik.

Itu aja sih yang paling penting guys kalau mau mulai jualan. Harus tegar dan tepat dalam mengahadapi komplain pelanggan. Kalo gak kuat jadi pegawai aja 😊. Yang sudah berjualan mungkin punya tips lain untuk mentreat pelanggan supaya beli lagi, beli lagi di kita?

Oh iya dalam berjualan harus ditekankan kalau tujuan kita MEMBANTU pelanggan menemukan barang yang dibutuhkan, kalau niat di awalnya seperti ini, dalam menghadapi komplain akan jauh lebih legowo alias berlapang dada.

Komplain dari pelanggan terkadang membantu kita meningkatkan bisnis kita nih guys. Ada namanya nenaszcookies dia mengundang blogger untuk mereview cookiesnya. Dari packaging sudah oke, tapi nenaszcookies ini sekaligus ingin tahu paket pengiriman dan jenis kue apa yang tetap bagus sampai ke customer. Komplain dari para blogger yang kuenya hancur sampai tempat tujuan menjadi acuan untuk packaging dalam pengiriman dan penggunaan jasa kirim cookiesnya. Kamu juga bisa loh seperti Nenaszcookies.

Ini paket yang sampai ke rumahku, ke beberapa blogger ada yang seperti ini.

Kalau dari rasa cookiesnya enak dan healthy karena mengandung tepung Mocaf yang gluten free dan ada prebiotik rumput lautnya. Jadi makan banyak-banyak gak akan gemuk😊.

Nanti ada blogpost khususnya nih untuk nenaszcookies. Sekarang share bagaimana nenaszcokkies menghadapi customernya dengan baik aja yah, sebagai contoh komplain yang bisa membangun usaha nenaszcookies menjadi lebih baik dalam pengiriman ke luar ataupun dalam kota dan mencari jasa kurir yang tepat, juga packaging yang pas.

6 thoughts on “Seni Menghadapi Komplain Customer

    • Ny. Wijaya says:

      Hahaha, tah eta…. nanti aku bahas lah ya etika konsumen. Kasihan juga pedadang onlinenya ya. Kalo kasusnya gini agak susah nih bersihin namanya. Hehe…. paling kalo dari sisi penjual onlinenya bikin give away aja untuk menarik pelanggan baru.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s