Bayi

16-02-2017/ 08.54/in Our Bed room

Alhamdulillah kami sudah genap 10 bulan menikah hari ini. Harus lebih banyak bersyukur dan beribadah. Sekarang dalam penantian mau punya  bayi, belum di kasih hamil sama allah, tapi aku lagi semangat browse do and don’ts when I have a baby.

A. Ternyata Bantal bahaya untuk Bayi 

Duh, padahal banyak bantal yang bentuknya lucu-lucu yah, ternyata bantal bahaya untuk malaikay kecil. Bantal bisa menyebabkan kemtian mendadak pada bayi. Kok bisa?

Kepala bayi pada saat baru lahir bentuknya belum sempurna karena proses kelahiran, tidak usah dikhawatirkan sih, tapi pernah lihat kan bayi kepalanya peyang, atau tumbuh rambut tidak rata. Nah ini karena bantal. Selain itu ternyata, posisi bantal bisa membuat anak tersedak atau sesak napas, karena posisi kepala lebih tinggi dari badan.

Sebuah teori menyatakan bahwa permukaan bantal yang lembut atau benda di sekitarnya memungkinkan terciptanya sekat kecil di sekitar mulut bayi dan menjebak hembusan napas. Sebagai akibatnya, bayi menghirup kembali hembusan napasnya. Kadar oksigen di dalam tubuhnya kemudian akan menurun dan karbon dioksida akan terakumulasi. Akhirnya, kekurangan oksigen dapat berkontribusi terhadap SIDS (Sudden Infant Death Syndrom).

Boleh-boleh aja sih pake bantal, tapi dengan pengawasan orang dewasa, dan gunakan bantal di siang hari, karena jangka waktu tidurnya lebih singkat. perhatikan bahannya, cari yang hipo alergik dan aman untuk bayi. Perhatikan bantal robek atau tidak, jika robek di takutkan bahan bagian dalamnya tetelan anak. Hindari aksesoris yang banyak, karena bisa menganggu dan dikhawatirkan tertelan oleh si bayi. Cuci bantal ecara teratur. Ada bayi berarti harus selalu bersih.http://www.alodokter.com/ternyata-tidur-menggunakan-bantal-berbahaya-untuk-bayi

B. Popok Bayi Praktis tapi tak selamanya Baik untuk Bayi.

Wah, lagi buka-buka artikel, ternyata popok bayi yang sekali buang bisa mempengaruhi alat kelamin si bayi laki-laki. Terjadi karena suhu di sekitar alat kelamin menjadi panas dan mengurangi produksi sperma bayi. Bayi sudah produksi sperma sejak lahir loh. Tapi hal ini di bantah sama beberapa ilmuwan https://menikharyani.wordpress.com/2010/01/20/diapers-alias-popok-bayi-bikin-anak-jadi-mandul-kata-siapa/.

Hmh, tapi jangan terlalu sering kali yah pakai popok bayi sekali pakai  karena menurut penelitian zat pembuat popok bati sekali pakai itu adalah Traces of Dioxin produk sampingan dari proses pemutihan kertas. Dioxin ini adalah penyebab kanker nomor satu. Yang kedua adalah Tributly-tin (TBT), pollutan beracun yang menyebabkan masalah hormonal. Dan Sodium polyacrylate, poliner berdaya serap yang menjadi jelly pada saat terkena cairan menimbulkan resiko toxic shock syndrome yang jika digunakan terus – menerus akan menyebabkan mandul untuk si anak.http://sharingdisana.com/2014/06/02/bahaya-penggunaan-popok-pada-bayi-secara-terus-menerus/

Sebenarnya popok bayi sekali pakai ini, banyak membantu para mahud yah, apalagi yang baru punya anak nih. Secara bayi itu doyan pipis sma pup, apalagi kalau musim penghujan, huhu. Tapi penasaran juga sih, kenapa orang jaman dulu gak pake ppopok sekali pake ini, cuma kain biasa.

Popok sekali pake ini biasanya terbuat dari plastik dan bahan yang tidak berpori supaya kotoran bayi gak bleber kemana-mana. Makanya ini di nih beberapa hal yang harus diprhatikan dalam pemakaian popok sekai pakai.

1.Sering di periksa, jangan males, popok bayinya sudah penuh atau belum. kalau sudah penuh cepet deh di ganti yang baru. Jangan sayang-sayang, sayang popok atau sayang anak?

2.Gunakan popok sekali pakai saat bepergian, jka dirumah agak lebih rajin dan gunakan popok kain.

3.Segera ganti popok sekali pakai kalau anak BAB

4. Lihat bahan pembuat popok sekali pakai, bahaya atau aman untuk bayi

5.Perhatikan ukurannya, harus sesuai, jika tidak akan mempengaruhi cara jalan bayi

6.Kalau sudah cocok denan satu mer popok sekali pakai jangan ganti-ganti, nanti anak harus beradaptasi lagi

C. ASI dan MPASI

Bayi usia 0-6 bulan itu wajib minum susu ASI. Kandugan ASI kaya akan asam lemak omega-3 dan omega-6 yang sangat penting untuk mendukung kecerdasan seorang anak. Bayi kurang ASI juga rentan untuk menderita infeksi, dan umumnya kurang ASI berarti juga kurang belaian kasih sayang dari ibunya.https://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/kenapa-harus-asi-ekslusif-6-bulan.htm#.WKUb7be0lH0.

Nah, setelah 6 bulan, baru deh, bayi boleh diberi makanan tambahan. Di usia ini bayi sudah boleh dikenalkan dengan makanan yang lembut – lembut seperti pisang, bubur dll.

Berikut ini menu yang baik untuk MPASI anak bayi usia 6 bulan:

1.Alpukat https://cookpad.com/id/resep/1825702-mpasi-6-bulan-pure-alpukat

2.Ubi Manis https://cookpad.com/id/resep/1913620-pure-ubi-manis-untuk-mpasi-6-bulan

3.Salmon dan Bayamhttps://cookpad.com/id/resep/1902903-salmon-with-cheese-tomato-sauce-and-spinach-mpasi-6-month

4.Buah Nagahttps://cookpad.com/id/resep/1898729-jus-buah-naga-mpasi-6-bulan

5.Bubur Daging Sayuran https://cookpad.com/id/resep/1888344-bubur-daging-sayuran-mpasi-6m

D. Botol Susu

Nah, isinya tetep ASI nih sebelum 6 bulan ya. Cuma kadang kalau ibu yang suka bepergian sudah stok asi di dalam kulkas dan diberikan di waktu-waktu tertentu. Botol yang tepat nih untuk si malaikat kecil.

1.BPA Free

BPA (BisPhenol A) biasanya ada pada bahan plastik seperti botol bayi dan alat makanan lainnya. Sebaiknya BPA Free karena jika terkena suhu panas akan memuai dan menimbulkan racun pada minuman atau makanan yang diletakkan pada wdah plastik mengandung BPA.

2. Pilih Bahan dot

Bahan dot ada yang latek dan silikon. Latex adalah karet alami yang lembut dan kuat. Ramah lingkungan dan jauh lebih fleksibel dibandingkan silikon. Namun, setelah penggunaan jangka panjang, bahan dapat berubah. Jika latex disimpan di area panas di rumah anda,  atau kontak langsung dengan sinar matahari untuk waktu yang lama, bentuknya akan berubah dan tidak lagi memenuhi kualitas orthodentik. Lebih lanjut, karena berasal dari bahan alam, latex dapat menjadi lengket dan mulai tidak higienis. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan adanya korelasi antara puting latex dan alergi latex. Jika Anda adalah orang tua yang ingin menghindari menggunakan lateks, Anda dapat mengganti empeng dengan puting silikon.

Silikon adalah plastik toleran dan teruji secara intensif yang tidak rusak. Memenuhi semua standar kebutuhan dari FDA dan EN 1400, namun tidak tahan gigitan dan sedikit kurang elastis dibanding latex. Kami menyarankan Anda untuk teliti memeriksa empeng sebelum digunakan terutama ketika gigi sedang tumbuh dan Anda menggunakan empeng silikon. http://www.mambaby-ind.com/index.php?mod=faq&id=7. Lateks lebih alami, sehingga relatif lebih aman, tetapi  mudah berubah bentuk. Untuk silikon, jika sudah mulai tergores, segera diganti dengan yang baru.

3.Gunakan sikat botol yang halus

Mencuci botol menggunakan sikat yang halus lebih baik daripada yang kasar. Di khaatirkan jika menggunakan sikat yang kasar, akan menggores botol dan menyebabkan botol jadi tidak steril.

4.Ganti botol jika warnanya sudah mulai keruh

5. Stop sterilisisasi botol susu dengan di rebus. Cukup masukkan dalam microwave selama kurang lebih 90 detik.

6.Terbuat dari PP (Plastic Polypropylene) dan ada tutupnya. Sehingga kandungan vitamin dalam ASI tidak mudah menguap dan mencegah banyak masuknya gas ke dalam botol.

7. Botol susu dari plastik yang aman adalah yang memiliki kode segitiga dengan mencantumkan huruf HDPE (high density polyethylene), atau LDPE (low density polyethylene), atau PP (polypropylene). Hindari kode-kode lain seperti PVC, PS, PET karena tidak tahan panas, berbahaya dan karenanya tidak direkomendasikan.

 

kode-botol-susu-bayi.jpg

Ini dulu deh yang menurutku penting buat jadi perhatian para ibu, terutama persiapan buat aku nih.Buat yang sudah menikah dan memiliki seorang anak, boleh dong ditambah sharenya disini. Apa yang harus di persiapkan untuk wawasan kita sebelum punya baby. Makasih.

Advertisements

2 thoughts on “Bayi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s